Di setiap lembaga pendidikan selalu ada sosok yang bukan hanya mengajar, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan hidup banyak orang. Di MTsN 3 Aceh Tengah, sosok itu adalah Dra. Maizuhaida, atau yang akrab disapa Ibu Mai.
Sejak bergabung di MTsN 3 Aceh Tengah pada tahun 2020 setelah bertugas di MTsN 5 Aceh Tengah, Ibu Mai hadir sebagai guru Akidah Akhlak yang tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada peserta didik. Bagi rekan-rekan guru, beliau dikenal sebagai pribadi yang baik, fleksibel, terbuka, dan apa adanya. Gaya komunikasinya yang ceplas-ceplos justru menjadi warna tersendiri yang membuat suasana kerja terasa hangat dan penuh keakraban.
Sebagai guru senior dari segi usia, Ibu Mai mendapat tempat istimewa di hati keluarga besar MTsN 3 Aceh Tengah. Rasa hormat yang diberikan oleh para guru bukan semata karena usia atau masa pengabdian, tetapi karena keteladanan, kebijaksanaan, dan sikapnya yang selalu bersahaja.
Pada masa akhir pengabdiannya, Ibu Mai dipercaya menjadi wali kelas VII-2. Amanah tersebut dijalankan dengan penuh dedikasi. Berbagai inovasi sederhana namun bermakna lahir dari tangannya, seperti pengembangan pojok baca yang mendorong budaya literasi siswa serta pembinaan taman kelas yang tertata rapi dan terawat dengan baik. Dari hal-hal kecil itulah terlihat kecintaan beliau terhadap dunia pendidikan.
Murah senyum dan selalu ceria, itulah kesan yang paling melekat dari sosok Ibu Mai. Kehadirannya selalu membawa energi positif bagi lingkungan madrasah. Tidak mengherankan jika banyak siswa dan siswi yang begitu dekat dengannya. Bahkan, tidak sedikit yang menganggap beliau sebagai orang tua sendiri di lingkungan sekolah. Kedekatan tersebut lahir dari ketulusan, perhatian, dan kasih sayang yang beliau berikan kepada setiap anak didiknya.
Terhitung sejak 1 Juni 2026, Ibu Mai resmi memasuki masa purnatugas. Kabar tersebut menjadi momen haru bagi keluarga besar MTsN 3 Aceh Tengah. Banyak mata yang berkaca-kaca, bukan karena perpisahan semata, tetapi karena akan berkurangnya kehadiran seorang guru yang selama ini telah menjadi bagian penting dari perjalanan madrasah.
Dalam acara pelepasan yang berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026, Kepala MTsN 3 Aceh Tengah, Bapak Sapuan MR, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan oleh Ibu Mai selama bertugas di madrasah tersebut. Beliau berharap agar Ibu Mai senantiasa diberikan kesehatan dan tetap menjalin silaturahmi dengan keluarga besar MTsN 3 Aceh Tengah.
Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Ketua Komite MTsN 3 Aceh Tengah, Tgk. Umar Ario, yang mewakili orang tua siswa. Beliau menyampaikan penghargaan atas jasa dan pengabdian Ibu Mai dalam mendidik generasi muda selama bertahun-tahun.
Sementara itu, dengan penuh haru, Ibu Mai menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya pernah menjadi bagian dari keluarga besar MTsN 3 Aceh Tengah. Beliau mengaku sangat bahagia dan merasa hatinya telah melekat dengan madrasah yang dicintainya tersebut. Dalam kesempatan itu, beliau juga memohon maaf atas segala kekhilafan dan kesalahan selama menjalankan tugas.
Perpisahan memang selalu menghadirkan kesedihan. Namun sejatinya, pengabdian seorang guru tidak pernah berakhir. Ia akan terus hidup dalam kenangan, dalam ilmu yang diwariskan, serta dalam karakter para siswa yang pernah dibimbingnya.
Selamat memasuki masa purnatugas, Ibu Mai. Terima kasih atas dedikasi, ketulusan, dan pengabdian yang telah diberikan. Jejak kebaikan Ibu akan selalu menjadi bagian dari sejarah MTsN 3 Aceh Tengah dan akan terus hidup di hati keluarga besar madrasah ini. By(Amala
n_Salihan)