Proposal Riset Siswa MTsN 3 Aceh Tengah Tembus 30 Terbaik OMI

Aceh Tengah – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan MTsN 3 Aceh Tengah. Salah satu siswanya yang bernama Khairil Alfansa, berhasil lolos verifikasi dan masuk dalam 30 proposal terbaik Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) bidang Riset, sehingga berhak melanjutkan ke tahap presentasi.

Proposal riset yang diusung Khairil Alfansa berjudul “Model Resiliensi Ekosistem Kopi Gayo: Integrasi Fikih Lingkungan dan Agroforestri Adaptif di Kabupaten Aceh Tengah”. Riset tersebut mengangkat potensi lokal Kopi Gayo dengan memadukan perspektif fikih lingkungan dan pendekatan agroforestri adaptif sebagai upaya membangun ketahanan ekosistem perkebunan kopi di Aceh Tengah.

Keberhasilan tersebut menjadi capaian penting bagi MTsN 3 Aceh Tengah dalam mendorong tumbuhnya budaya riset di kalangan peserta didik. Selain mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah, kegiatan riset juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengenali persoalan di lingkungan sekitar serta menawarkan gagasan yang relevan dengan kondisi daerah.

Kepala MTsN 3 Aceh Tengah, Sapuan M R, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan proposal siswa menembus 30 terbaik menjadi motivasi bagi madrasah untuk terus mengembangkan potensi peserta didik, khususnya dalam bidang penelitian dan inovasi.

“Alhamdulillah, capaian ini tentu menjadi kebanggaan bagi keluarga besar MTsN 3 Aceh Tengah. Kami mengapresiasi kerja keras siswa dan guru pendamping. Semoga pada tahap presentasi nanti dapat memberikan hasil terbaik dan membawa nama baik madrasah serta Kabupaten Aceh Tengah,” ujar Sapuan.

Dalam proses penyusunan dan pengembangan proposal, Khairil Alfansa mendapat pendampingan dari Musaradi, S.Pd. Pendampingan dilakukan mulai dari pengembangan gagasan, penyusunan proposal hingga persiapan menghadapi tahapan selanjutnya.

Musaradi mengatakan bahwa pemilihan tema Kopi Gayo didasarkan pada kedekatannya dengan kehidupan masyarakat Aceh Tengah sekaligus pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan. Integrasi fikih lingkungan dan agroforestri adaptif diharapkan dapat memberikan perspektif yang menarik dalam melihat hubungan antara nilai-nilai keislaman, kelestarian alam, dan keberlanjutan perkebunan kopi.

“Masuknya proposal ini ke dalam 30 proposal terbaik menjadi penyemangat bagi kami untuk mempersiapkan tahap presentasi dengan lebih maksimal. Kami berharap Khairil mampu menyampaikan gagasan penelitiannya secara sistematis, ilmiah, dan meyakinkan,” ungkap Musaradi.

Sementara itu, Khairil Alfansa mengaku bersyukur atas kesempatan untuk melanjutkan perjuangan pada tahap presentasi. Ia berharap riset yang dikembangkan tidak hanya menjadi bagian dari kompetisi, tetapi juga dapat menambah wawasan mengenai pentingnya menjaga ekosistem Kopi Gayo sebagai salah satu potensi unggulan daerah.

Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen MTsN 3 Aceh Tengah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong siswa untuk berprestasi, berpikir kritis, melakukan penelitian, serta mengembangkan inovasi yang berangkat dari potensi dan permasalahan di lingkungan sekitar.

Selanjutnya, Khairil Alfansa bersama guru pendamping akan memfokuskan persiapan pada tahap presentasi. Keluarga besar MTsN 3 Aceh Tengah berharap ikhtiar tersebut dapat memberikan hasil terbaik dan mengantarkan wakil madrasah melangkah lebih jauh dalam ajang OMI Riset.

Tinggalkan komentar