Takengon, Senin, 28 September 2026
MTsN 3 Aceh Tengah kembali melaksanakan upacara bendera pada Senin pagi. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat di halaman madrasah serta diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas VII, VIII, dan IX, Kepala Madrasah, guru, serta tenaga kependidikan.
Bertindak sebagai pembina upacara, Rahmatsyah, S.Pd., Gr. Dalam amanatnya, ia mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan siswa, yaitu “Menjaga Nama Baik Orang Tua.”
Rahmatsyah mengingatkan para siswa agar tidak mudah tersulut emosi ketika nama orang tua disebut dalam pergaulan sehari-hari. Menurutnya, sejumlah persoalan antarsiswa terkadang bermula dari saling mengejek dengan membawa-bawa nama orang tua.
“Kalau ada orang yang mengetahui nama orang tua kita, jangan merasa malu. Justru kita harus bangga,” pesannya kepada seluruh siswa.
Ia menjelaskan, dikenal banyak orang bukanlah sesuatu yang harus dipermalukan, terlebih jika orang tua dikenal karena kebaikannya.
“Bangga ketika orang tua kita banyak dikenal oleh orang lain. Itu berarti orang tua kita dikenal sebagai orang baik. Kalau bisa, bukan hanya di Aceh Tengah, tetapi sampai seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia mengenal kebaikan orang tua kita,” ungkapnya.
Namun demikian, Rahmatsyah memberikan batasan yang perlu dipahami siswa. Jika nama orang tua sengaja dipelesetkan atau ditambahkan dengan kata-kata lain yang tidak pantas untuk mengejek atau menghina, siswa dapat menyampaikan persoalan tersebut kepada guru.
“Kalau nama orang tua ditambah dengan sesuatu yang tidak baik atau digunakan untuk mengejek, kalian boleh protes dan melaporkannya kepada guru. Jangan dibalas dengan kekerasan,” tegasnya.
Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi siswa untuk menjaga lisan, menghormati orang tua, serta menyelesaikan persoalan antarteman secara bijak. Menjaga nama baik orang tua, menurutnya, juga merupakan bagian dari membangun akhlak dan karakter mulia sebagai pelajar madrasah. (Red.as)