Pegasing, Senin 05 Oktober 2026
Pelaksanaan Upacara Bendera Senin MTsN 3 Aceh Tengah berlangsung tertib dan khidmat. Upacara tersebut diikuti oleh seluruh guru, staf Tata Usaha (TU), serta seluruh siswa dan siswi kelas VII hingga IX.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Ibu Erfi Nusra, S.Pd., Wakamad Kurikulum MTsN 3 Aceh Tengah, dalam amanatnya mengangkat tema “Bijak dalam Bermedia Sosial.” Ia mengingatkan siswa/i agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara cerdas, bertanggung jawab, serta tidak menjadikan media sosial sebagai sesuatu yang justru merugikan diri sendiri.
“Sekarang zamannya digital. Kita tidak bisa memungkiri perkembangan teknologi yang semakin cepat, tanpa memikirkan apakah generasi sekarang siap atau tidak menghadapinya,” ujar Erfi.
Menurutnya, perkembangan teknologi memiliki banyak manfaat. Kehadiran media sosial membuat masyarakat semakin mudah memperoleh informasi, berkomunikasi, bahkan mengembangkan usaha.
“Kalau dulu kita menggunakan surat untuk berkomunikasi, sekarang berbagai informasi bisa langsung dibagikan melalui WhatsApp. Kita juga bisa berbisnis melalui media sosial seperti Instagram, WhatsApp, TikTok, hingga Shopee. Banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan dari perkembangan teknologi,” jelasnya.
Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, bu Erfi mengingatkan bahwa media sosial juga memiliki risiko apabila digunakan tanpa kontrol dan kecerdasan.
“Jangan lupa, ruginya juga banyak kalau kita tidak cerdas menggunakannya. Ingat, ada UU ITE yang mengatur aktivitas di ruang digital. Jadi, jangan sembarang membagikan sesuatu,” tegasnya.
Ia mengibaratkan media sosial seperti mata pisau. Jika digunakan dengan baik dan tepat, akan memberikan manfaat. Sebaliknya, jika digunakan secara sembarangan, justru dapat melukai dan menjerat penggunanya.
“Media sekarang seperti mata pisau. Kalau kita menggunakannya dengan baik, maka akan baik bagi kita. Tetapi kalau kita tidak bijak menggunakannya, bisa menjerat kita sendiri,” katanya.
Bu Erfi juga memberikan perhatian khusus kepada para siswi agar lebih berhati-hati dalam membagikan foto maupun identitas pribadi di media sosial. Ia mengingatkan agar siswa tidak mengunggah konten yang dapat merugikan kehormatan dan masa depan diri sendiri.
“Bagi perempuan, jangan sembarang membagikan foto atau identitas diri, apalagi foto yang membuka aurat atau tidak menggunakan jilbab. Pikirkan baik-baik sebelum mengunggah sesuatu, karena apa yang kita bagikan dapat menjadi jejak digital diri kita,” pesannya.
Tidak hanya persoalan konten, Bu Erfi juga mengingatkan siswa untuk membatasi diri dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, penggunaan media sosial secara berlebihan dapat membuat siswa lalai terhadap kewajiban, waktu belajar, ibadah, keluarga, bahkan cita-cita.
“Batasi diri dalam bermedia sosial. Jangan sampai kita terlalu larut dan lalai karena media sosial, sehingga waktu kita habis dan masa depan kita menjadi suram,” ingatnya.
Ia mengajak siswa agar mampu mengendalikan teknologi, bukan justru dikendalikan oleh teknologi.
“Jangan sampai kita yang seharusnya menggunakan media sosial, malah media sosial yang menguasai hidup kita. Gunakan seperlunya, ambil manfaatnya, tinggalkan yang tidak baik,” lanjut Bu Erfi.
Di akhir amanatnya, ia berpesan agar setiap informasi yang diterima melalui media sosial terlebih dahulu disaring sebelum dibagikan kepada orang lain.
“Bijaklah bermedia sosial. Saring dulu sebelum sharing. Kalau mau dibagikan, bagikanlah sesuatu yang positif, bermanfaat, dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh siswa MTsN 3 Aceh Tengah bahwa menjadi generasi digital bukan sekadar mampu menggunakan teknologi, tetapi juga harus memiliki etika, tanggung jawab, pengendalian diri, dan kesadaran terhadap masa depan.
Melalui kegiatan upacara bendera, MTsN 3 Aceh Tengah terus berupaya menanamkan karakter positif kepada peserta didik agar mampu menghadapi perkembangan zaman dengan tetap berpegang pada akhlak dan nilai-nilai pendidikan. (Red.as)