Kakankemenag Aceh Tengah Antar Tugas Kepala MTsN 3 Aceh Tengah, Tekankan Makna Hijrah dan Keteladanan Guru”

Pegasing, Selasa 06 Oktober 2026

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah, H. Wahdi MS, MA, mengantar tugas pergantian Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Aceh Tengah dari Sapuan MR, M.Pd kepada Ihsan Fahri, S.Ag, M.Pd, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan antar tugas tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar MTsN 3 Aceh Tengah untuk menyambut kepemimpinan baru sekaligus melanjutkan berbagai program dan capaian madrasah.

Dalam arahannya, Kakankemenag Aceh Tengah H. Wahdi MS, MA menyampaikan bahwa pergantian tugas hendaknya dimaknai sebagai bagian dari hijrah menuju keadaan yang lebih baik. Ia mengajak seluruh keluarga besar madrasah untuk melihat setiap perubahan secara positif.

“Hijrah itu menuju kepada yang lebih baik. Tidak semua hijrah itu hukuman,” ujar Wahdi.

Ia kemudian mengutip Q.S. Al-Isra ayat 1 sebagai salah satu landasan untuk memaknai perjalanan dan perubahan sebagai bagian dari ketetapan Allah SWT.

Menurutnya, menjadi seorang pemimpin tidak selalu berada dalam posisi yang populer. Seorang pemimpin harus memiliki keberanian mengambil keputusan, termasuk ketika keputusan tersebut tidak selalu disukai oleh semua pihak.

“Kalau menjadi pemimpin, sudahkah kita bersedia dengan ketidakpopuleran?” tegasnya. Karena sudah tentu ada yang suka atau tidak suka dengan kepemimpinan kita.

Perbedaan Adalah Rahmat

Kakankemenag juga mengingatkan bahwa setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena itu, perbedaan di lingkungan madrasah tidak semestinya menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi.

“Kita tidak boleh sama. Perbedaan itu adalah rahmat Allah SWT. Kita memiliki kelebihan, maka kita dukung. Kalau ada kekurangan, kita perbaiki bersama,” katanya.

Ia menegaskan bahwa orientasi seorang pimpinan pada akhirnya adalah hasil dan kemajuan lembaga. Karena itu, seluruh unsur madrasah harus mampu bekerja sama dan memberikan kontribusi terbaik untuk kemajuan MTsN 3 Aceh Tengah.

Guru Harus Menjadi Teladan

Lebih lanjut, Wahdi menekankan pentingnya keteladanan guru. Menurutnya, guru bukan hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menjadi contoh bagi peserta didik dalam sikap, perilaku, dan komunikasi.

“Kita ini teladan. Karena itu, guru harus memberikan contoh yang baik kepada anak-anak,” pesannya.

Ia juga mendorong para guru untuk lebih aktif menyampaikan gagasan melalui tulisan. Di era digital, menurutnya, guru tidak cukup hanya berbicara di ruang kelas, tetapi juga perlu hadir di ruang publik digital dengan menyampaikan gagasan yang mendidik dan memberikan manfaat.

“Sekarang guru harus mau berbicara. Bagaimana cara kita berbicara? Salah satunya melalui tulisan, melalui artikel. Berbicaralah di ruang digital melalui tulisan yang baik dan memberikan manfaat,” ungkapnya.

Ia berharap guru madrasah dapat menjadi produsen konten positif, bukan sekadar menjadi pengguna media sosial.

Penguatan Nilai KBC

Dalam kesempatan tersebut, Kakankemenag juga menyinggung pentingnya penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah. Menurutnya, pendidikan harus dibangun dengan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kasih sayang.

Beberapa nilai penting dalam KBC yang perlu dihidupkan dalam lingkungan madrasah antara lain empati, cinta, dan ekoteologi.

Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, harus diwujudkan dalam perilaku nyata, baik dalam hubungan guru dengan siswa, sesama guru, tenaga kependidikan, maupun lingkungan sekitar.

“Jadilah contoh yang baik. Pendidikan bukan hanya tentang apa yang kita katakan, tetapi juga tentang apa yang kita lakukan,” pesannya.

Kakankemenag juga mengingatkan seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk menjaga keteladanan di lingkungan madrasah, termasuk tidak merokok di area madrasah.

“Jangan merokok di madrasah. Anak-anak melihat kita. Keteladanan dimulai dari hal-hal sederhana,” tegasnya.

Melanjutkan Kebaikan, Menyambut Kepemimpinan Baru

Pergantian Kepala MTsN 3 Aceh Tengah dari Sapuan MR, M.Pd kepada Ihsan Fahri, S.Ag, M.Pd diharapkan menjadi momentum untuk melanjutkan berbagai program positif yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi baru.

Keluarga besar MTsN 3 Aceh Tengah diharapkan tetap solid, saling mendukung, dan bersama-sama membangun madrasah yang aman, nyaman, berakhlak, berprestasi, serta hebat dan bermartabat.

Pergantian kepemimpinan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari ikhtiar baru untuk membawa madrasah menuju arah yang lebih baik.

Dengan semangat hijrah, keteladanan, cinta, empati, dan kolaborasi, MTsN 3 Aceh Tengah diharapkan terus berkembang menjadi madrasah yang mampu memberikan pendidikan terbaik bagi generasi masa depan.

Hadir dalam Kegiatan ini Kasi Bimas Islam Drs.H. Alwin, Ketua Pokjawas H. Dan, M.Pd, Pengawas, beberapa Kepala MA, MTs dan MI serta seluruh Guru Dan Staf TU MTsN 3 Aceh Tengah (Red.as)

Tinggalkan komentar