Takengon, Selasa, 08 September 2026
Ikatan Bimbingan dan Konseling Sekolah (IBKS) Provinsi Aceh bekerja sama dengan Forum BK Gayo Belangi dan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kabupaten Bener Meriah melaksanakan kegiatan Pendampingan Psikososial bagi korban bencana kebakaran, khususnya anak-anak usia sekolah, di Kampung Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan respons layanan Bimbingan dan Konseling terhadap anak-anak yang terdampak bencana. Pendampingan difokuskan kepada siswa mulai dari jenjang PAUD,TKA, SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/MA/SMK, dengan tujuan membantu mereka mengelola perasaan, membangun kembali rasa aman dan percaya diri, serta memberikan motivasi untuk kembali menjalani aktivitas belajar.
Ketua IBKS Provinsi Aceh, Syarifah Wahidah, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian para guru BK terhadap kondisi psikologis dan sosial anak-anak yang menjadi korban bencana.
«“Kegiatan ini kami laksanakan untuk memberikan bantuan pendampingan psikososial, khususnya kepada siswa usia PAUD sampai SMA yang terdampak musibah kebakaran. Anak-anak membutuhkan ruang untuk bercerita, bermain, mengekspresikan perasaan, dan mendapatkan motivasi agar mereka mampu bangkit kembali setelah mengalami musibah,” ungkap Syarifah.»
Ia menambahkan, pendampingan psikososial tidak hanya berorientasi pada pemulihan kondisi emosional, tetapi juga memberikan penguatan agar anak-anak tetap memiliki harapan dan semangat untuk melanjutkan pendidikan.
Sementara itu, Ketua Forum BK Gayo Belangi, Sainah, S.Pd, juga menyampaikan bahwa guru BK memiliki peran penting dalam memberikan dukungan kepada anak-anak yang mengalami situasi sulit akibat bencana.
Menurutnya, anak-anak korban kebakaran membutuhkan perhatian, pendampingan, dan suasana yang dapat membuat mereka kembali merasa nyaman.
«“Kami hadir bukan hanya untuk memberikan layanan, tetapi juga untuk menemani anak-anak. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini mereka dapat kembali tersenyum, berani bercerita, dan memiliki semangat untuk bangkit serta melanjutkan pendidikan,” ujar Sainah.»
Gazali, S.Pd Ketua MGBK Kabupaten Bener Meriah juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antarguru BK dan organisasi profesi sangat penting dalam memberikan layanan kepada anak-anak yang terdampak bencana, terutama dalam membantu mereka melewati masa-masa sulit secara positif.
«“Pendampingan seperti ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak. Kehadiran guru BK di tengah mereka diharapkan dapat memberikan rasa nyaman, dukungan, dan motivasi sehingga anak-anak tidak merasa sendiri dalam menghadapi musibah yang mereka alami,” ungkapnya.»
Sementara itu Bapak Sugiyani Reje Kampung Jeget Ayu menyambut baik pelaksanaan kegiatan pendampingan psikososial tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada IBKS Aceh, Forum BK Gayo Belangi, dan MGBK Bener Meriah yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat, khususnya anak-anak korban kebakaran.
«“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini dan ini sangat butuh sekali bagi anak anak kami agar lebih termotivasi dalam belajar Mudah-mudahan kehadiran bapak dan ibu guru BK dapat memberikan sedikit motivasi dan semangat kepada anak-anak usia sekolah yang menjadi korban pada musibah kebakaran agar mereka tidak larut dalam kesedihan dan dapat kembali bersemangat untuk belajar,” ujarnya»
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pendampingan psikososial dipisahkan berdasarkan jenjangnya serta dikemas secara ramah anak melalui aktivitas interaktif, permainan, komunikasi, penguatan emosional, motivasi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata semangat kolaborasi dan kepedulian profesi Bimbingan dan Konseling dalam menghadirkan layanan yang responsif terhadap kondisi anak dan remaja di tengah situasi kebencanaan.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan anak-anak korban kebakaran di Kampung Jeget Ayu dapat memperoleh dukungan psikososial yang memadai, kembali memiliki rasa aman dan percaya diri, serta tumbuh kembali semangat untuk belajar dan menatap masa
depan. (Red.as)